Selamat datan pengunjung sakti otomotif,salam sejahtera untuk kita semua,dikesempatan ini saya akan berbagi informasi mengenai
tekhnologi V-TEC,
setelah lama mondar-mandir di blog orang,akhirnya saya menemukan referensi asik buat kita baca,referensi mempunyai isi mulai dari
pengertian V-TEC,mekanisme V-TEC,keunggulan dan nggak ketinggalan
kelemahan dari V-TEC,
ok langsung saja di baca,semoga bermanfaat.
Teknologi V-TEC
VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) adalah teknologi pengatur katup canggih yang ditemukan oleh Honda.
Keunggulan teknologi V-TEC terletak di kemampuan mesin bersilinder kecil dalam menghasilkan tenaga yang sebanding dengan mesin bersilinder besar, dan di samping itu juga memberikan konsumsi bahan bakar yang baik, serta dapat digunakan secara harian.

Dengan teknologi VTEC, performa
optimal pada kecepatan tinggi, namun tetap dapat mempertahankan efisiensi bahan
bakar sehingga dapat menurunkan tingkat emisi dan polusi. Hanya pada mesin VTEC
pengaturan ketinggian bukaan katup diatur secara elektronik. Pada putaran
rendah, satu katup terbuka penuh dan katup lainnya hanya terbuka sedikit untuk
menciptakan efek perputaran udara di dalam ruang bakar, sehingga dapat mencapai
tenaga mesin yang optimal dan akselerasi responsif baik pada saat putaran RPM
tinggi atau rendah. Secara prinsip, VTEC terbagi tiga macam : VTEC-E,
VTEC SOHC, dan VTEC DOHC. Ketiganya memanfaatkan
rocker arm sebagai pengatur waktu bukaan katup. VTEC-E (Economic)
digunakan pertama kali di Indonesia oleh Honda Civic Ferio 1996. Di putaran
rendah, jumlah katup yang terbuka hanya 12 dari 16 katup, sisanya akan terbuka
saat putaran mesin tinggi.
VTEC SOHC digunakan
pertama kali di Indonesia oleh old Honda City. Lama (duration) dan jarak (lift)
bukaan katup masuk akan berbeda saat idle, putaran sedang dan tinggi. Namun
untuk katup buang, tidak diatur durasi dan lift-nya.
Pada VTEC DOHC, katup buang diatur durasi dan lift-nya. Prinsip kerjanya serupa
dengan VTEC SOHC, namun cam terpisah menjadi dua.
Mekanisme
utama VTEC
Mekanisme utama VTEC, pelatuk dan
kem utk putaran rendah dan tinggi. Saat bekerja pada putaran rendah, mesin VTEC
menggunakan kem dengan angkatan kecil. Ketika mesin bekerja antara 4.000 –
6.000 rpm (tergantung model), kontrol elektronik mengaktifkan sistem hidraulik
VTEC. Kem tengah bekerja dengan mendorong pelatuk tengah yang menyatu dengan
dua pelatuk lainnya. Karena cuping kem tengah lebih tinggi dan sudutnya juga
besar, katup dibuka lebih awal da menutup lebih lama. Di samping itu, dengan
cuping yang tinggi, dorongannya terhadap pelatuk katup dan seterusnya katup,
juga lebih besar. Hasilnya, jumlah campuran udara dan bensin yang sampai ke
ruang bakar lebih banyak tenaga yang dihasilkan besar dan akan mendorong piston
bergerak lebih cepat. Mekanisme dasar VTEC lain yang penting keberadaan dan
fungsinya adalah pin yang digerakkan secara hidraulik. Pin ini berada di dalam
pelatuk. Ketika didorong, pin menyebabkan pelatuk katup bekerja dengan gerakan
yang sama. Bila pin bebas, pelatuk bergerak sendiri-sendiri.
Keunggulan
VTEC
- Mesin bersilinder kecil, mampu menghasilkan tenaga
sebanding dengan mesin bersilinder besar.
- Memberikan konsumsi bahan bakar yang baik.
- Menjaga performa mesin agar tetap optimal, baik untuk
putaran mesin rendah maupun putaran tinggi.
- Proses pembuangan tak memerlukan pembukaan katup
variabel sebab gas buang semakin lancar, jadi kerja mesin akan semakin
enteng.
Kelemahan
VTEC
Karena menggunakan oli, kerja VTEC
bisa terganggu karena oli mesin kurang, kotor atau tekanan oli rendah karena
adanya kebocoran pada sistem, misalnya O-ring yang rusak.
0 komentar:
Posting Komentar